RSS
Gambar

Mind Mapping

MMap elektrokomia

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 8, 2013 in Uncategorized

 

RPP

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 8, 2013 in Uncategorized

 

Kesehatan

Yuk, Prediksi Kesehatan dari Warna Urine

Tribune News – Jum, 27 Mei 2011

 

 

 

 

TRIBUNNEWS.COM – Ternyata warna urine kita bisa dijadikan alat memprediksi kondisi kesehatan kita pada saat itu, ini juga bisa dijadikan acuan bagaimana tindakan yang harus kita ambil setelahnya.

Kenali warna urine ini dan prediksi kesehatannya :
Kuning
“Urine sehat itu berwarna kuning pucat atau kuning gelap”, kata konsultan ahli urologi Tim Terry. Hal ini tergantung pada tingkat hidrasi, sehingga jika urine Anda tetap berada di koridor warna kuning, Anda bisa bernapas lega.

Hijau
“Beberapa obat antiseptik dan anestesi memberikan warna semburat hijau pada urine,” kata Terry. Ini karena biru metilen, pewarna yang kadang-kadang perlu diperjuangkan ginjal kita. Namun bila urine Anda berwarna hijau tidak usah terlalu khawatir.

Orange
“Ini adalah tanda disfungsi hati,” jelas Terry. Jika urine Anda berwarna seperti ini biasanya dibarengi dengan tinja yang berwarna putih, bisa jadi ini karena ikterus obstruktif. Jadi segera ambil tindakan bila urine Anda berwarna orange.

Cokelat
Urine cokelat menampakkan ada masalah ginjal. “Ini bisa menjadi tanda penyakit ginjal yang serius, bahkan fistula,” kata Terry. Keadaan ini biasanya karena ada kebocoran usus ke kandung kemih Anda. Segera lari ke dokter Anda untuk kasus ini.

Merah
Ini benar-benar buruk. Merah berarti ada darah dalam urine Anda, dapat mengartikan pendarahan atau kanker. “Pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun hipotesis pertama adalah kanker kandung kemih,” kata Terry. Segera hubungi dokter dan lakukan deteksi dengan cepat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2011 in Uncategorized

 

Artikel

Dongeng memberikan banyak manfaat baik bagi anak maupun untuk orang tua yang mendongengkan anaknya. Kegiatan ini dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang dapat digali dari kegiatan mendongeng ini :

  1. anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasinya. Hal ini belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi saja.
  2. cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika pada anak, bahkan menumbuhkan rasa empati.
  3. dongeng dapat menjadi langkah awal bagi anak untuk menumbuhkan minat bacanya.

Untuk info lebih lanjut, silahkan klik situs berikut : http://www.dongenglucu.blogspot.com

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2011 in Uncategorized

 

Dongeng Lucu

Tikus juga sekolah

malam itu di sebuah got ada seekor ibu tikus dan anak tikus. anak tikus melihat seekor kelelawar tebang diatasnya dan kemudian bertanya kepada ibu tikus.

“ibu, apa itu yang diatas?”
Ibu tikus pun menjawab, “Ooo, itu kelelawar namanya”
Si anak tikus bertanya lagi, “Kok wajahnya mirip kita?”
Ibu tikus pun menjawab, “Sebenarnya kelelawar itu masih sebangsa kita, tapi dia ambil jurusan penerbangan”

Manfaat belajar bahasa asing

seekor bapak tikus mengajak keempat anaknya jalan-jalan sore. Ditengah jalan terlihat musih besarnya yaituu seekor kucing. Segera bapak menyeret keempat anaknya untuk sembunyi agar tidak ketahuan si kucing. Lalu si bapak tikus menggonggong seperti anjing “guk….guk….guk” dan si kucing pun lari ketakutan. Setelah kucing itu tidak kelihatan lagi,bapak tikus berkata kepada keempat anaknya.
“Anakku, itulah manfaat belajar bahasa asing buat kita”

Sumber : http://www.ageepeedongenglucu.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2011 in Uncategorized

 

Kriteria Guru Ideal

Dari beberapa pendapat pakar dalam buku “Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif”, ada beberapa kriteria yang seharusnya dimiliki oleh guru agar ideal. Berikut kriteria-kriteria tersebut :

  1. Orang yang mempunyai kompetensi tinggi dengan banyak membaca, menulis dan meneliti. Ia adalah figur yang senang dengan pengembangan diri terus menerus, tidak merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki.
  2. Mempunyai moral yang baik, bisa menjadi teladan, dan memberi contoh perbuatan, tidak sekedar menyuruh dan berorasi.
  3. Mempunyai skills yang memadai untuk berkompetisi dengan elemen bangsa lain dan sebagai sumber inspirasi dan motivasi kepada anak didik.
  4. Mempunyai kreatifitas dan inovasi tinggi dalam mengajar sehingga menarik dan memuaskan anak didik.
  5. Mempunyai tanggung jawab sosial dengan ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan problem-problem sosial kemasyarakatan.

Saat ini, guru di Indonesia yang memiliki lima kriteria ideal di atas masih sangat sedikit. Kebanyakan guru-guru bangsa ini masih mengandalkan gelar kesarjanaan tanpa mengevaluasi kemampuan dan tanggung jawab besar yang sebenarnya ia emban. Sebagai figur pengubah sejarah, dituntut mempunyai kemampuan terbaik untuk dipersembahkan kepada murid-muridnya.

Paradigma profesi, mungkin memiliki pengaruh paling besar akan terjadinya hal tersebut.  Mengajar hanya dianggap sebagai mata pencaharian untuk memenuhi nafkah/kebutuhan hidup saja. Akan tetapi, rendahnya gaji guru saat ini tidak dapat kita pungkiri jika banyak guru yang hidup dalam taraf “gali lobang tutup lobang”. Namun, hal tersebut tidak pantas jika dijadikan alasan untuk malas belajar dan membaca agar kemampuan tetap terpelihara.

Wahai Guru Bangsa Kami, Masa Depan Bangsa Ini Ada Ditangan dan Hati Mu

http://ariperwira.co.cc/?p=176//

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2011 in Uncategorized

 

Anggrek

Budidaya Tanaman Anggrek

Sumber : http://www.deptan.go.id/ditlinhorti/

ASPEK LINGKUNGAN

Secara alami anggrek (Famili Orchidaceae) hidup epifit pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain, namun dalam pertumbuhannya anggrek dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi media tertentu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, seperti faktor lingkungan, antara lain sinar matahari, kelembaban dan temperatur serta pemeliharaan seperti : pemupukan, penyiraman serta pengendalian OPT.

Pada umumnya anggrek-anggrek yang dibudidayakan memerlukan temperatur 28 + 2° C dengan temperatur minimum 15° C. Anggrek tanah pada umumnya lebih tahan panas dari pada anggrek pot. Tetapi temperatur yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Kelembaban nisbi (RH) yang diperlukan untuk anggrek berkisar antara 60–85%. Fungsi kelembaban yang tinggi bagi tanaman antara lain untuk menghindari penguapan yang terlalu tinggi. Pada malam hari kelembaban dijaga agar tidak terlalu tinggi, karena dapat mengakibatkan busuk akar pada tunas-tunas muda. Oleh karena itu diusahakan agar media dalam pot jangan terlampau basah. Sedangkan kelembaban yang sangat rendah pada siang hari dapat diatasi dengan cara pemberian semprotan kabut (mist) di sekitar tempat pertanaman dengan bantuan sprayer.

Berdasarakan pola pertumbuhannya, tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu, simpodial dan monopodial. Anggrek tipe simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama, bunga ke luar dari ujung batang dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh. Kecuali pada anggrek jenis Dendrobium sp. yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh dari anggrek tipe simpodial antara lain : Dendrobium sp., Cattleya sp., Oncidium sp. dan Cymbidium sp. Anggrek tipe simpodial pada umumnya bersifat epifit.

Anggrek tipe monopodial adalah anggrek yang dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat di ujung batang, pertumbuhannnya lurus ke atas pada satu batang. Bunga ke luar dari sisi batang di antara dua ketiak daun. Contoh anggrek tipe monopodial antara lain : Vanda sp., Arachnis sp., Renanthera sp., Phalaenopsis sp., dan Aranthera sp.

Habitat tanaman anggrek dibedakan menjadi 4 kelompok sebagai berikut :

  • Anggrek epifit, yaitu anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari, misalnya Cattleya sp. memerlukan cahaya +40%, Dendrobium sp. 50–60%, Phalaenopsis sp. + 30 %, dan Oncidium sp. 60 – 75 %.
  • Anggrek terestrial, yaitu anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung, misalnya Aranthera sp., Renanthera sp., Vanda sp. dan Arachnis sp.
    Tanaman anggrek terestrial membutuhkan cahaya matahari 70 – 100 %, dengan suhu siang berkisar antara 19 – 380C, dan malam hari 18–210C. Sedangkan untuk anggrek jenis Vanda sp. yang berdaun lebar memerlukan sedikit naungan.
  • Anggrek litofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada batu-batuan, dan tahan terhadap cahaya matahari penuh, misalnya Dendrobium phalaenopsis.
  • Anggrek saprofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta membutuhkan sedikit cahaya matahari, misalnya Goodyera sp.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2011 in Uncategorized